Selasa, 22 September 2020

ノートパソコンを買うとき、見られること

 

ノートパソコンを買うとき、見られること

3Mのエム

1.      はじめに

1)      テーマ

目的にあったノートパソコンの選び方

2)      発表の目的

ノートパソコンを買うときスペックと仕事に使う機能に合わせて、お金を無駄に使わないようにパソコンを選んだ方がいいことを明らかにする。

3)      発表の背景

一般にノートパソコンを買うときスペックが高いものを買いたいと思う人が少なくない。このようなノートパソコンは値段が高い。しかし、一般の人々はそのノートパソコンの機能をあまり使わずに無駄になってしまう。

2.      知っておくべきパソコンパーツの名称と役割

パソコンを買うとき、少なくとも、これらのパーツのことを知っておくことが必要である。

1)      CPU

⸰           CPU→情報処理を行う。

例=人間の脳が手足を動かす。

⸰           コア→計算処理を行う箇所。

複数の作業を同時に行う力を現す。

⸰           コアの道さクロック数 →どれだけ計算できるかを現す。

   →高いと性能が高い。

 

2)      メモリー

⸰           一般的にメモリーといえばRAMのこと。

⸰           アプリやシステムの動作に必要なファイルを一時的に保存するためのパーツ。

⸰           例→作業台の上が広ければ広いほど作業はしやすく捗(はかど)る。

3)      ストレージ

⸰           データを保管する場所のこと。

3.      使用目的に合わせた部品の種類

1)      CPU

a)      CPUの種類

表1 一般的なCPUの種類とスペック

スペック

メーカー

CPU名

ハイエンド

(文書作成、ネット閲覧、動画視聴、ゲーム、動画編集、動画配信)

Intel

Core i9

Core i7

AMD

Ryzen 9

Ryzen 7

ミドルエンド

(文書作成、ネット閲覧、動画視聴、ゲーム)

Intel

Core i5

Core i3

AMD

Ryzen 5

Ryzen 3

ローエンド

(文書作成、ネット閲覧)

Intel

Pentium

Celeron

AMD

Athlon

A12

A10

三つに分けられるスペックには、次のような人に向いてる。

a.       ハイエンド、高画質のオンラインゲームや、かなり重い処理が必要なプログラム向け。

b.      ミドルエンド、重い動画や画像の編集や、重いプログラムなども問題なくこなす。また、動画閲覧やエクセルの作業なども問題ない。価格と性能のバランスが取れており、パソコンで色々やるかも、という人に向けている。

c.       ローエンド、インターネットで動画を見るくらいしか使わない、という場合には、コストパフォーマンスが最も優れている。

CPUのメーカーには動画や画像の編集作業やパソコンの3Dゲームはあまりやらないが日常的によくパソコンを使う人ならばCore iシリーズのプロセッサーが良い。

b)      CPUの価格

代表としてIntelのCPUの価格を表2に示している。

表2 IntelのCPUの種類と価格

CPU

価格帯・性能

Celeron

価格:安い(4,000円~7,000円)

コア数:2

クロック周波数:低い(3.2GHz)

Pentiu¥m

価格:安め(7,000円~10,000円)

コア数:2

クロック周波数:低め(2.6~3.7GHz)

Core i3

価格:安め(8,000円~20,000円)

コア数:2

クロック周波数:中(3.1~4.2GHz)

Core i5

価格:中(10,000円~30,000円)

コア数:4~6

クロック周波数:高い(2.4~3.8GHz)

Core i7

価格:上位(30,000円~70,000円)

コア数:4~8

クロック周波数:非常に高い(3.0~4.2GHz)

Core i9

価格:最上位(50,000円~300,000円)

コア数:6~18

クロック周波数:非常に高い(2.1~5GHz)

2)      メモリー

表3 メモリーのスペックと使用目的

スペック

使用目的

4GB

Webの閲覧、文書作成、写真の閲覧など、比較的負荷が小さい作業向け

8GB

動画や高画質な写真の編集のほか、複数のソフトを同時に起動する必要がある作業向け

16GB

ハイビジョンや4K動画の編集など、容量の大きいファイルを扱う作業向け

必要なメモリーの容量は、パソコンで行う作業によって異なる。ワードプロセッサー、Web閲覧など比較的負荷が小さい作業が中心なら4GB、動画や画像編集も行うなら8GB、映像製作などを行う高性能パソコンなら16GB以上が好ましい。

3)      ストレージ

a.       ストレージの容量

表4 ファイルのサイズ

ファイル

量

動画

4K

2時間

FullHD

8時間

地デジ録画

12時間

高画質な写真

2万枚

曲

2万曲

大型3Dゲーム

2本

図4を参考すると必要なストレージの容量はどれくらいいいのか、次のように推薦する。

ü  OS自体や初期アプリのスペースは128GBので,動画もゲームもほとんどしない256GBである。

ü  ゲームをしたり動画を見たりする人は512GBである。

ü  動画を多く保存する人1TBである。

ü  動画の撮影が趣味で高画質で多くの撮影がしたい、テレビの録画を増やしていきたい人は先に4TBから増えていくことを推薦する。

b.      ストレージの種類

図1 ストレージの価格と速度の関係図

⸰           一般的に、HDDとSSD、二つの種類をよく発売される

⸰           HDDの価格は安いが処理の速度は遅い。

⸰           SSDの価格は高いが処理の速度は速い。

⸰           SSDの故障率が低いためSSDの方が優れている

⸰            

c)      ストレージの価格

表4 各ストレージの容量と価格

               SSD                                                             HDD

容量

価格帯

容量

価格帯

128GB

9.000-12.000円

1TB

7.000-11.000円

256GB

15.000-23.000円

2TB

8.000-12.000円

512GB

30.000-50.000円

3TB

11.000-15.000円

図1と表4を参考するとHDDよりSSDの方が価格が高いとわかる。しかし、HDDに比べてSSDの方が処理速度がはやいので、使用目的に合わせるのも大切である。

SSDとHDDを組み合わせて利用も可能である。この場合はアプリケーションをSSDへ、ファイルや動画などをHDDへ保存することを推薦する。

4.      おわりに

基本的なパソコンのパーツはCPU・メモリー・ストレージだ。また、それらの中に種類もたくさんあり種類によって性能と価格も異なるため使用目的に合わせると出された金額が無駄にならない。

5.      参考

https://pcrecommend.com/

https://kakaku.com/

https://www.4900.co.jp/

https://sites.google.com/

 

Kamis, 03 September 2020

2020 Musim Panas ( 7 Hari , Higashi Nihon)

Di awal agustus 2020, akhirnya aku memasuki liburan musim panas. Kalau saja tidak pandemi seperti ini, mungkin rencana buat ke Fuji bisa terwujud , dan tiket menuju Indonesia sudah kubeli, karena aku berencana tidak mau pulang di musim panas tahun depan.

Sekitar 2 minggu sebelum libur, aku ingin sekali melepaskan penat dan stress yang akan tertimbun setelah ujian akhir dan semester yang cukup berbeda dengan kurikulum tahun biasanya. Aku mulai nanya ke teman temanku, "Musim panas kamu mau ke mana?" Tanyaku ke beberapa temanku, yang lebih banyak tahu soal jepang, dan mungkin saja ada plan yang mungkin seru.
"Mau ke Sendai nih, mau main perahu "lapras" sama puspa", kata Angel. "Ohh aku rencana mau backpackeran ke Sendai nih, naik kereta aja", kata temanku yang lain.

Wahhh menarik nih, udah nemu 3 orang yang kira kira mau ke wilayah Sendai, pikirku. Akhirnya aku nanya ke mereka, "Aku boleh ikut plan kalian ga?"."Ayooo!! Lapras M!!". Akhirnya setelah ngomong ke beberapa teman yang lain, akhirnya total 7 orang yang berangkat ke Miyagi-Ken (perfektur Miyagi).

Karena kami saat ini sudah mencar (nasib anak kosen=mostly di desa), kalau jalan jalan tahun lalu kita berangkat dari Tokyo (Jasso). 2 berangkat dari Tokyo (bus malam), 2 berangkat dari Nara (sekitar Osaka) dengan pesawat, 1 dengan bus dari Fukushima, 1 dari Hokkaido (kereta lokal + feri + shinkansen), dan aku pun naik kereta dari Toyama.

Karena sejak tau "tiket kereta keliling jepang" aku jadi punya mau keliling jepang dengan tiket ini, dan akhirnya kesampaian, "YEAYYY". FYI, dengan tiket bernama "seishun 18 kippu" ini kamu bisa bebas menaiki kereta normal JR line, dengan harga 12.050 yen untuk 5 tiket.

10-Agustus aku berangkat dari asrama pukul 5.30 agar aku bisa mengejar rute kereta yang bisa tiba di sendai jam 18, karena kalau tidak bisa bisa aku sampai pukul 22. Menurut pengamatanku, pengguna tiket seishun ini cukup banyak, karena setelah tiba di stasiun tujuan akhir, biasanya pengguna tiket ini akan bergegas menuju kereta selanjutnya (soalnya jarak antar keberangkatan bisa sampai 1 menit). Terlepas dari pengalaman aneh di kereta (Ada kakek yang mengajakku ngomong, sampe berujung dia menarik pelatuk petasan di kereta AHAHAHA) cukup menyenangkan dan menegangkan hahahha.







Selama 3 hari di Sendai, kami pergi ke beberapa tempat bersejarah, air terjun, hingga naik feri. Ingat dengan tujuan utama Angel ke Sendai? akhirnya kami tidak jadi ke sana HAHAHAH."Aku sih cuman mau mau aja, kalau ga ya ga papa", karena jangka waktunya yang pendek juga sih. Dan karena kita dari tempat yang berbeda beda, di malam terakhir kami juga menghabiskan snack = お菓子 (okashi) khas tempat kami.

Hari terakhir di Sendai kami pulang masing masing. Tapi untuk rute pulangnya aku jadinya bareng Andy (turun di Iwaki) menuju Tokyo. Tujuan utama ke Tokyo sebetulnya untuk meng-Indonesiakan diri setelah lama di Kampung :) dan ketemu sama teman teman di Tokyo yang kali ini tidak ikut ke Sendai. Tapi saat ketemu mereka, aku malah diajak buat trip ke tempat yang tidak jauh dari tokyo (enoshima). Dengan pertimbangan yang cukup panjang, akhirnya akupun setuju dan kami pun akhirnya ke enoshima yang awalnya tidak termasuk plan, dan sangat mendadak. 








7 Hari dari libur musim panas ini bisa dibilang cukup melepas lelah, bisa berkumpul bersama orang orang Indonesia, dimana aku bisa bebas berekspresi, tanpa takut salah ngomong sama sekali :). Ohhh iya, liburan kali ini berkat sponsor dari om Abe :). Plus musim panas di Jepang sangat panas :)

Rabu, 19 Agustus 2020

Kegiatan Sekolah di Situasi Pandemik

Halo, kali ini aku mau ceritain pengalamanku sekolah kembali setelah sekolahku sebelumnya ditutup karena korona. Mungkin apa yang aku tulis lebih sesuai dengan kondisi sekolah menengah gitu. Soalnya aku kurang tahu dengan jenjang kuliah atau sekolah dasar. Sejauh ini untuk perkuliahan di universitas, katanya untuk kelas dengan jumlah murid yang sedikit, sudah dibolehkan masuk sih. Buat researcher juga di beberapa tempat sudah dibuka. Tapi dengan protokol kebersihan yang ada.

Jadi selama pandemic di Jepang lagi parah kemarin, murid murid belajar jarak jauh. Baru setelah jumlah pasien yang terdampak korona harian berkurang, akhirnya murid di perfekturku diizinin buat kembali ke sekolah. Nah saat kelas jarak jauh ini, banyak teman temanku yang bahkan ga keluar rumah sama sekali, katanya yang keluar rumah hanya orang tuanya doang. Dan setiap hari, sampe saat ini sih, kita disuruh buat ngukur suhu badan setiap sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Jadi sebelum kelas online dimulai, suhu badan juga tetap ditanyain ke semua murid, oleh tiap guru.

Setelah sekolah dibuka kembali, H-1 sebelum sekolah, asrama dibuka duluan. Nah 2 minggu sebelum asrama dibuka, murid murid yang akan masuk ke asrama, disuruh buat nyatat suhu badan mereka, 2 kali sehari, pagi dan malam, dan juga kondisi kesehatan mereka dan keluarga yang tinggal serumah dengan mereka. Lalu, mereka disuruh untuk membawa catatan itu. Murid murid dilarang untuk masuk ke asrama jika pada hari itu mereka lagi sakit.

Nah di asrama itu, dulu teman temanku saat jam makan, mereka bisa datang jam berapa aja ke kantin asrama (asal buka) buat ambil makanan. Nah sekarang, karena korona mereka harus mengikuti beberapa prosedur. Jam makan dibagi berdasarkan kelas, dan mereka disuruh buat bawa kain atau lap tangan sendiri biar mereka ga menyentuh langsung alat alat yang ada di kantin. Begitupun dengan tempat mandi, atau ofuro, dibagi berdasarkan kelas juga. Itu semua dilakukan untuk menghindari kegiatan kumpul kumpul yang dikhawatirkan di tengah situasi seperti ini.

Di sekolah (dari sebelum sekolah ditutup sih) di tiap kelas sudah dilengkapi dengan alkohol untuk cuci tangan dan semua orang diwajibkan untuk menggunakan masker. Tidak terkecuali saat pelajaran olahraga. Dan setiap pagi wali kelasku akan menunggu di kelas untuk menanyakan kondisi kesehatan kita hari ini. Oh iya, kalau kita bersin atau buang ingus nih misalnya, untuk tisu atau masker yang mau kita buang, itu diisediain plastik tersendiri buat sampah seperti ini. Hal ini dilakukan agar orang orang yang mengurus sampah di sekolah terhindar dari bahaya virus. Saat kelas atau selama jam pelajaran, guru guru juga tetap memakai masker.

Di jam pelajaran olahraga, kita tetap memakai masker. Dan masker ini boleh dilepas saat ada jarak, makanya kalau pemanasan biasanya aku lepas masker. Terus kan jam olahraga kita biasanya menggunakan alat, karena bendanya banyak dipegang orang orang, kita disuruh bawa sarung tangan plastik, sebetulnya disediain sih, tapi karena jumlahnya tidak banyak yahh lebih baik bawa sendiri. Setelah jam olahraga, kita disuruh untuk cuci tangan langsung pake sabun, ini juga sekalian main air habis olahraga sih hahahah. Oh iya, materi olahraga yang kita lakuin juga diubah jadi ga sesuai sama silabus. Olahraga yang dilakuin jadinya diusahain olahraga yang lebih aman dari virus, dan sebisa mungkin dilakukan di ruang terbuka, jadi bukan di indoor gitu.

Untuk pelajaran yang sifatnya praktikal, atau di lab gitu, disediain alkohol juga di depan ruangan. Dan tetap pake masker yang pastinya. Terus di depan lab komputer itu, disediakan tissu basah gitu, jadi sebelum menyentuh komputer, kita disuruh ngelap mouse dan keyboardnya sebelum digunain.

Saat ga ada kelas, jam istirahat atau pas pulang gitu, ga bisa dipungkirin, ngumpul ngumpul tetap ada. Dan kadang kadang saat guru sudah keluar, ada siswa yang lepas maskernya, aku juga kadang masih lepas sih kalau lagi pengap, atau kecapean atau mau minum di kelas. Tapi sejauh ini, penggunaan masker lebih banyak dipakai di saat lagi kelas atau lagi diawasin guru. Dan walaupun lagi ga ada guru, yaa sebagian besar teman temanku masih pake masker sih.

Itu aja mungkin yang bisa aku ceritain. Ini mungkin ga bisa mewakilin seluruh sekolah di Jepang sih. Tapi setidaknya bisa jadi gambaran, gimanasih belajar tatap muka di tengah situasi seperti ini.
x

Hari pertama di Sekolah

Menjadi satu satunya siswa asing di sini, awalnya aku merasakan kesulitan. Sebetulnya di sini, aku memiliki senior sesama murid asing dari Thailand, tapi tetap saja aku dan mereka tetap memiliki penghalang bahasa. Makanya aku harus mempersiapkan sesuatu kebanyakan seorang diri.

Hari pertama ke sekolah, sebetulnya aku sudah menyiapkan diri beberapa hari sebelumnya, dan aku sudah di berikan jadwal kegiatanku sebagai siswa baru. Di kertas tersebut jadwal hari pertama belajar pun dicantumkan, makanya aku menantikan hari itu. 

Tapi tiba tiba di suatu pagi 2 hari sebelum jadwal hari pertama belajar, asrama tiba tiba sepi, seniorku juga berangkat pagi. Aku kira dia mungkin keluar cari makan, kemudian aku melihat ke luar, ternyata banyak siswa yang berangkat ke sekolah. "Wah, hari ini ada apa?" tanyaku. Kemudian aku memeriksa kertas jadwal kegiatan itu, hari ini ada apa, tapi tidak tertulis apa apa. Dengan perasaan panik, aku bergegas ganti baju dan berangkat ke lobi sekolah. 

Sesampainya di lobi sekolah, aku berpapasan dengan satu sensei. Dengan muka terkejut, dia bertanya "M, kenapa? kelas sudah mau mulai, kenapa kamu masih ada di sini?". Dengan polos aku menjawab "Maaf sensei, aku ga tau ada kegiatan apa hari ini, jadi aku ga tau kalau harus ke sekolah hari ini". Kemudian sensei menjawab, "Ohhh gitu yah, kamu tau kelas kamu di mana?". "Tidak sensei" jawabku. "Ya sudah, sini aku temenin ke kelas kamu". Lalu aku mengikutinya.

Sesampainya di kelas. Ternyata wali kelasku sudah memulai kelas. Guru yang membawaku tadi mengetuk pintu dan menjelaskan "Maaf sensei, ini murid baru, dia ga tau kalau ada kelas hari ini". "Ahh, M, ohhh yaudah langsung masuk aja ga papa" kata wali kelasku pada ku.."Anak anak, ini ada anak barus, silahkan perkenalan diri, singkat aja". Kemudian karena masih gugup, aku hanya bilang "Nama saya M, dari Indonesia, Salam Kenal". Lalu senseiku menunjuk kursi yang paling belakang, dekat jendela (layaknya di film film anime yah) dan aku langsung bergegas ke sana.

Karena terhitung sebagai murid pindahan, awalnya aku berharap bisa ketemu sama wali kelasku sebelum kelas mulai. Karena sebelum ke Toyama, aku sudah membawa oleh oleh dari Tokyo, dan karena kejadian ini, benda itu tidak pernah sampai ke wali kelasku :).