Tampilkan postingan dengan label smk telkom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label smk telkom. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Desember 2020

Kenapa Gap Year (read : nganggur) ?

Menginjakkan kaki di tahun terakhir SMK, biasanya murid akan terbagi ke dalam “lanjut kerja 就職(shuushoku)” atau “lanjut kuliah 進学(shingaku)”. Tapi tidak dengan ku, aku sudah melirik opsi “gap year” sejak kelas 2. Beberapa orang di sekitarku mungkin akan bertanya, "kenapa dari kelas 2 udah mikirin opsi buat nganggur? Secara akademik nilaimu kan bagus, jadi pengurus di 2 ekskul" dan lain sebagainya. Karena alasan ini, aku memutuskan untuk tidak menceritakan niatku termasuk ke orang tua untuk nganggur sejak awal kelas 3 ( walaupun endingnya harus drama ( read : gelut ) beberapa hari dengan orang tua, untung diizinin hahahah ).

Sebagai orang yang suka menghayal ke jauhan, aku suka merencanakan banyak hal, dan keputusan untuk gap year ini juga tidak gampang, dan setelah pertimbangan yang panjang, keputusan yang terbaik menurutku saat itu adalah gap year.

Berikut pertimbangan pertimbangan kenapa aku putusin buat gap year

1.    Ini alasan paling besar sih “KEREN” (カッコイイ kakkoi). Aku sangat suka baca blog, dan dari sebagian blog yang aku baca, orang yang udah punya dasar keren dan masuk ke tempat yang keren itu hal yang masuk akal menurutku, tapi orang orang yang biasa biasa aja, atau start-nya jauh tapi bisa masuk ke tempat keren, menurutku KEREN-nya dua kali lipat J (* ini opini pribadi) hal ini lah yang mendorong aku untuk mencari tau lebih jauh lagi soal gap year ini.

2.   Kedua, aku masih mau belajar melalui jenjang akademik, karena aku masih suka dengan hitung hitungan ( walaupun aku ga bisa ngitung dengan benar sih ) tapi aku tau aku masih butuh ilmu fisika dan matematika yang lebih buat kerja sesuai dengan yang aku bayangkan. Dan untuk lanjut ke wirausaha (企業家 kigyouka) atau berdagang pun, aku sudah mencoba beberapa kali berdagang, mulai dari SD ikut sama tante, dan sepertinya memang aku tidak bakat di perniagaan. Makanya opsi untuk langsung lanjut kerja tidak sesuai untukku saat itu.

3.   Aku bisa saja lanjut kuliah, entah di kotaku, atau di kampus yang masih di bawah yayasan yang sama dengan sekolahku. Tapi entah kenapa, karena lanjut di SMK, aku merasa kalau matematika (数学 suugaku) anak SMA baik itu IPA atau IPS terasa lebih menarik buatku. Walaupun kata guruku SMK jurusan Teknik tingkat kesulitan matematika-nya termasuk di atas, tapi setelah melihat apa yang dikerjakan sama temanku di SMA membuatku ingin mempelajari sesuatu yang lebih menantang saat di bangku perkuliahan, dan untuk itu aku mau masuk ke kampus yang bisa memberikan itu. ( tengil amat pak, dasar masokis :’) )

4.    Kalau udah mutusin buat gap year dari kelas 3, kenapa ga belajar dari awal kelas 3 biar bisa lulus di kampus top?. Aku sudah coba untuk mengejar materi anak SMA dari kelas 2, karena sekalian ikut bimbel juga. Tapi tetap ga cukup dan juga susah untuk fokus. Sering banget tiba tiba ada urusan yang berhubungan dengan sekolah. Dn aku rasa kalau aku mencoba untuk menyeimbangkan “belajar materi SMA” dan “belajar materi SMK” kepalaku bisa saja meledak (爆発 bakuhatsu) T-T. Dan saat di bimbel pun, mereka mulai dari kurikulum kelas 2, jadi untuk aku yang ga ikut kelas 1, lumayan sulit untuk mengejar itu.

5.    Masa SMK hanya SEKALI, karena itu aku mau kelas 3 ku lebih menyenangkan (楽しい tanoshii ) dari 2 tahun terakhir. Jarak sekolahku sendiri sudah cukup jauh dari rumah. Dan kalau aku mutusin buat fokus belajar ngejar ujian PTN yang standar tinggi, aku mungkin akan kekurangan waktu untuk main di kelas 3. Dan setelah memutuskan untuk gap year, aku akhirnya punya banyak waktu luang dan aku akhirnya bantu bantu di beberapa kegiatan sekolah, seperti pembuatan buku tahunan dan prom-night. Dan aku juga cukup puas dengan tugas akhirku di kelas 3 “adjustable selfie-stick” dan beberapa hal lainnya yang mengapplikasikan Arduino ujung ujungnya jadi punya banyak modul di rumah.

Kira kira itulah hal hal yang aku peritmbangkan (read hayalkan) saat kelas 2. Dan kalau ditanya, apakah aku menyesal dengan pilihan gap year? Tentu saja tidak. Aku jadi bisa eksplore lebih banyak soal komponen elektronik dan menikmati waktu waktu terakhir kelas 3 lebih menyenangkan.

Selasa, 24 November 2015

Elektro Invention Race Story

Sabtu tanggal 21 November 2015 merupakan hari dimana lomba ini dimulai.

Pagi itu saya bangun pukul 05.00 lebih cepat 30 menit dari biasanya, dan saya prepare untuk berangkat. Pada lomba ini saya mengikuti lomba ketangkasan merakit robot. Walaupun saya jurusan TKJ tapi hasrat saya pada dunia ELEKTRO tak bisa ku tutupi sejak aku mengenal dunia listrik arus rendah ini.

Lomba ini dibuka dengan tari Mappadendang yang dibawakan oleh kakak kakak dari PNUP (Politeknik Negri Ujung Pandang). Sejak mendengar nadanya saya langsung tahu bahwa ini merupakan tari mappadendang, karena guru saya Pak Hendra mengajarkan musik daerah belakangan ini. Tarian itu dibawakan oleh 6 mahasiswi yang berpakaian adat Bugis dan memegang kipas di kedua tangannya, mereka menari sangat ayu tenan...

Bad Act (Saya harus dibayar untuk pemaksaan ini)

Setelah acara pembukaan kami langsung diarahkan untuk memisahkan diri sesuai lomba masing. Dan kami dari Telkom langsung menuju ke barisan laomba masing masing, lomba robotik mungkin lomba yang paling banyak pesertanya, karena tahun ini ada 12 kelompok dimana 1 kelompoknya terdiri atas 3 orang. Kami sendiri dari telkom juga kaget, soalnya tahun lalu lombanya hanya terdiri dari 5 Peserta saja.

Sesampainya di Bengkel (nama ruangannya memang bengkel) kami langsung di berikan dasar teori mengenai robot yang akan kami buat, yakni Robot Line Follower yang merupakan robot tipe beroda. Tipe Line Follower yang kami buat ini bertipe analog. Jadi kami tidak perlu memprogram robotnya. Prinsip robot ini sendiri, mereka akan mengikuti garis hitam.

Pada lomba robot ini, Telkom mengutus 2 kelompok yakni kelompok “Cipurru Folowers” (Pengikut Kelaparan) yang beranggotakan Danang, Fauzan dan Kak Syahril yang telah mengikuti lomba ini tahun lalu. Dan kelompok dua adalah kelompokku yakni “Katimbang Fans” yang terdiri atas saya sendiri, Rafli ketua OSIS ku dan ada Prasetya ketua ekskul Elektronika Aplikasi.

Lomba dimulai tepat pukul 13.30. Saya memutuskan untuk memasang bagian inti / otak dari bagian Robot ini, Rafli membuat sensor, dan Pras mengurus bagian mekaniknya. Pada proses perakitan ini kami mengalami beberapa gangguan, mulai dari komponen motor yang tak mau berputar, kabel penghubung yang terlepas lepas.

Semua gangguan yang ada selama proses ini saya berusaha keras untuk membereskannya, walaupun Rafli dan Pras memerintahkanku untuk berhenti saja. Namun semua usahaku awalnya tercapai sensor dan rodanya berfungsi, namun sayang rodanya berputar kebelakang, jadi kami memutuskan untuk membalik putaran rodanya. Setelah putaran roda diperbaiki, kembali masalah menimpa kami. Bagian sensor kini tak lagi menyala. Kami memutuskan untuk sampai disitu saja.



Kami mendaftarkan robot katimbang kami, walaupun sensornya tak menyala, hitung hitung sebagai hiburan ataupun sekedar mendapat poin yang tak banyak.



Kondisi robot kami, tidak sebaik robot tim cipurru yang menyala dan berhasil selesai dirakit paling awal. Setelah selesai pertama robot cipurru berjalan sangat mulus tanpa rintangan, namun setelah dilombakan hidup tak semulus pantat bayi, begitupun dengan jalan robot cipurru yang berjalan tidak stabil.

Setelah saya mengikuti lomba, saya menyusul teman saya di Administrasi Jaringan di Lab SISCO di gedung administrasi. Saat saya melihat soal yang harus mereka kerjakan, blew my mind, karena soalnya bahkan belum tentu bisa dikerjakan anak kuliahan, namun ketika saya memperhatikan dengan baik, ternyata ada sebagian dari soal yang saya ketahui.

Hari kedua, Minggu, 22 November 2015 The Last Day

Hari kedua kuawali dengan tiba di lokasi pukul 08.00 pagi karena, di spanduk tertulis kalau hari kedua dimulai dengan seminar yang akan dimulai puku 08.00 namun sayang, acaranya molor 2 jam. Setelah melalui seminar, acara yang ditunggu oleh peserta pun tiba yakni pengumuman juara lomba.



Dari Telkom sendiri menurut hasilnya kami mendapat 5 piala, 2 piala Administrasi Jaringan (Bahri dan Glenn), 1 Instalasi Listrik (Fadhil Muqsith), 1 Ketangkasan Merakit ROBOT (Tim cipurru) dan 1 Design WEB (Achmad). Sangat disayangkan, teman kami Aiman tak berhasil mendapat juara di Design WEB, padahal Achmad dan peserta lain telah mengakui keindahan Design Aiman. Mungkin karena masalah lain, sehingga dia tidak menang :( .


Sekian

Rabu, 28 Oktober 2015

SMK TELKOM MAKASSAR

Assalamualaikum.

Belakangan ini saya sangat jarang mengepost, melihat blog ini, hanya dua postingan yang masuk, sebetulnya sangat mengecewakan jika mengingat banyak hal mengesankan terjadi karena menulis, mulai dari keuntungan finansial, masuk kampus kampus bergengsi, bahkan untuk kuliah gratis(beasiswa) jadi mudah didapatkan hanya dengan menulis.



Sekarang, saya tengah mengambil pendidikan di SMK TELKOM MAKASSAR, dan mengambil jurusan TKJ atau Teknik Komputer Jaringan. Metode pendidikan disini bisa terbilang keras karena banyak siswa siswanya yang telah tiada, alias pergi dari sini, terlebih lagi di jurusan TKJ yang merupakan jurusan terberat (bukan bermaksud sombong) di sekolah ini.

Sebetulnya SMK TELKOM MAKASSAR dulu ada dua, yakni SMK TELKOM MAKASSAR SANDY PUTRA 1 dan SMK TELKOM MAKASSAR SANDY PUTRA 2. Sejak 2014 sekolah ini bergabung dan menjadi SMK TELKOM MAKASSAR atau TELKOM SCHOOL MAKASSAR.

Jurusan di sekolah ini ada banyak, 4 sih sebetulnya, yakni Teknik Komputer Jaringan, Telekomunikasi, Akomodasi Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata yang semuanya bertujuan untuk mencerdaskan tunas bangsa di bidang kejuruan.

Menurut yang saya tahu, TKJ baru ada 9 tahun yang lalu, sedangkan Transmisi telah ada sejak 24 tahun yang lalu. Dan sejak 3 tahun yang lalu TKJ mencapai puncaknya dengan menjadi jurusan bergengsi di sekolah ini.

Saya tidak terlalu banyak membahas jurusan AP dan UPW karena saya kurang tahu sejarahnya, mungkin nanti saya akan pos lain kali mengenai kedua jurusan ini :)

Well... sekian dulu dari saya kali ini

PS: Hari ini saya mau bertekad buat menulis kembali, well hitung hitung untuk meningkatkan bakat menulis saya, entah untuk esay ataupun perlombaan...